Do you want join me to get money,please comment this blog

Kamis, 25 Agustus 2011

Pohon, Daun, dan Angin


 POHON


Orang-orang memanggilku “POHON” larena aku sangat baik dalam menggambar pohon. Aku selalu membubuhkan gambar pohon di sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku. Aku telah berpacaran sebanyak lima kali. Ada satu wanita yang sangat kucintai... tapi aku tidak punya keberanian untuk mengatakannya. Dia tidak terlalu cantik... tidak memiliki tubuh yang seksi. Akan tetapi dia sangat peduli pada orang lain... baik hati... tapi... dia hanya wanita biasa saja. Aku menyukainya... sangat menyukainya. Gayanya yang inosen dan apa adanya... kemandiriannya... kepandaiannya, dan kekuatannya. Alasan aku tidak mengajaknya kencan karena... aku merasa dia sangat biasa dan tidak serasi untukku...

Aku takut... jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan hilang....
Aku takut kalau gosip-gosip yang ada akan menyakitinya....
Aku merasa dia adalah “sahabatku”...
Aku akan memilikinya tiada batasnya... tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia... Alasan yang terakhir... membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan selama tiga tahun ini...
            Dia tahu aku mengejar gadis-gadis lain dan aku telah membuatnya menangis selama tiga tahun. Ketika aku menggandeng tangan pacarku yang ke-dua terlihat olehnya, dia hanya tersenyum dengan berwajah merah, setelah itu pergi meninggalkan kami.
            Esoknya, matanya bengkak dan merah. Aku sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis, tapi aku malah tertawa, bercanda dengannya seharian di ruangan itu dia menangis... dia tidak  tahu bahwa aku kembali untuk mengambil sesuatu yang tertinggal. Hampir 1 jam kulihat dia menangis di sana. Pacarku yang ke- 4 tidak menyukainya . Pernah sekali mereka berdua perang dingin . Tapi aku masih tetap bersama pacarku . Aku berteriak padanya dan mata sedih dan kaget.
            Aku tidak memikirkan  perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku. Esoknya ia masih tertawa dan kecewa, tapi dia tahu bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia.
            Aku juga sedih... ketika aku putus dengan pacarku yang ke- 5 , aku mengajaknya pergi . setelah kencan satu hari itu, aku mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya . Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali dia juga ingin mengatakan sesuatu padaku.
            Aku cerita tentang putusnya ak dngan pacarku....
            Dia berkata bahwa ia sedang memulai hubungan dengan orang lain....
Aku tau pria itu....dia sering mengejarnya selama ini. Pria yg menarik, baik dan energik
            Aku tak bisa memerlihatkan batapa sakit hatiku, aku hanya tersenyum dan mengucapkan selamat tinggal padanya. Ketika sampai di rumah sakit hatiku bertambah dan ak tidak dapat menahannya. Seperti ada batu yang besar di dadaku...
Aku tidak bisa bernafas dan ingin berteriak , namun apa daya....
            Air mataku mngalir, tak terasa aku menangsis karenanya....
            Sudah sering aku melihatnya menangis untuk pria yg tdak mengacuhkan kehadirannya...
            Handphone ku bergetar....ternyata ada SMS masuk....SMS itu dikirim 10 hari yang lalu ketika aku sedih dan menangis.
            SMS itu berbunyi “DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena pohon tidak memintanya untuk tinggal?!”


DAUN


            Aku suka mengoleksi daun-daun,kenapa? Karena aku merasa bahwa DAUN untuk meninggalkan pohon yang selama ini ditinggali membutuhkan banyak kekuatan.Selama 3 tahun aku dekat dengan seorang pria bukan sebagai pacar tetapi sebagai “SAHABAT” Tapi ketika dia mempunyai pacar aku mengalami sebuah perasaan yang belum ak rasakan sebelumnya, aku merasakan “CEMBURU”
            Perasaan ini tidak dapat digambarkan dengan Lemon. Mungkin hal itu seperti 100 buah lemon busuk.
            Mereka hanya bersama selama 2 bulan. Ketika dia putus ak merasakan perasaan gembira yang luar biasa. Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lain....
            Aku menyukainya dan aku tau dia juga menyukaiku, tapi mengapa dia tidak mau mengatakannya padaku? Jika ia menyukaiku knapa dia tidak memulai dahulu untuk mlangkah?
            Ketika dia punya pacar baru aku merasa sedih....waktu berjalan dan terus berjalan, hatiku sedih dan kecewa. Aku sadar bahwa ini cinta bertepuk sebelah tangan.
            Tapi,mengapa ia memperlakukanku lebih dari sekedar seorang teman?menyukai seseorang  sungguh menyusahkan hati aku tahu kesukaanya, kebiasaanya.
            Tapi perasaanya kepadaku tidak prnah bisa diketahui. Kau tidak mengharapkan aku seorang wanita untuk mngatakannya bukan? Diluar itu, aku mau tetap di sampingnya,memberinya perhatian, menemani dan mencintainya. Berharap suatu hari nanti dia akan datang dan mencintaiku. Hal itu seperti menunggu telepon darinya tiap malam, mengharapkan kiriman SMS. Aku tahu sesibuk apapun, dia pasti meluangkan waktunya....
            Tiga tahun cukup berat untuk kulalui dan aku mau menyrah. Kadang aku berfikir untuk tetap menunggu....Dilema yang menemaniku selama 3 tahun ini....akhir tahun ke-3, seorang pria mengejarku. Setiap hari dia mengejarku tanpa lelah....segala daya upaya telah dilakukan walupun ada penolakan dariku....
            Aku berfikir....apakah aku ingin memberi ruang kecil dihatiku untuknya?!
            Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon...
            Akhirnya, aku sadar bahwa aku ingin memberi ruang kecil di hatiku untuknya....
            Aku tahu bahwa angin akan membawa daun yang lusuh jauh ketempat yg lebih baik....
            Akhirnya aku mninggalkan pohon..., tapi pohon hanya tersenyum dan tidak memintaku untuk tinggal....
            Aku sangat sedih memandangnya tersenyum kearahku....
            “DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?!”


ANGIN


            Aku menyukai seorang gadis bernama DAUN. Karena dia sangat bergantung pada POHON, jadi aku harus menjadi angin yang kuat... angin akan meniup daun terlalu jauh...
            Pertama kalinya... aku melihat seseorang memperhatikan kami... ketika itu, dia selalu duduk di sana sendirian atau dengan teman-temannya memerhatikan POHON. Ketika POHON besar berbicara dengan gadis-gadis, ada cemburu di matanya...ketika pohon melihat ke arah daun, ada senyum di matanya... memerhatikannya menjadi kebiasaanku... seperti daun yang suka meliat pohon...
            Satu hari saja tak kuliat dia, aku merasa sangat kehilangan... di sudut ruang itu, kulihat pohon memerhatikan daun...  Air mengalir di mata daun. Ketika pohon pergi. Esoknya, kuliat daun di tempatnya yang biasa sedang memperhatikan pohon. Aku melangkah dan tersenyum padanya... Kuambil secarik kertas... Kutulis dan kuberikan padanya... Dia sangat kaget... Dia meliat ke arahku, tersenyum dan menerima kertas dariku... Esoknya.. dia datang menghampiriku, memberikan kembali kertas itu... ati daun sangat kuat dan ANGIN tidak bisa meniupnya pergi, hal itu karena daun tidak mau meninggalkan POHON. Aku melihat ke arahnya... kuhampiri dengan kata-kata itu... sangat pelan... dia mulai membuka dirinya dan menerima kehadiranku dan meneleponku... Aku tau orang yang dia cintai bukan aku... Rapi aku akan berusaha agar suatu hari dia menyukaiku... selama empat bulan, aku mengucapkan kata cinta tidak kurang dari 20 kali kepadanya... hampir tiap kali dra mengalikan pembicaraan, tapi aku tidak menyerah. Keputusanku bulat. Aku ingin memilikinya, dan dia akan menjadi pacarku. Aku bertanya, “Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu tidak pernah membalas?”
            “Mengapa kamu selalu membisu?” Akhirnya dia berkata, “Aku akan terbang bersamamu..”
            “AH?” Aku tidak percaya dengan apa yang aku dengar. “Aku akan terbang bersamamu,” dia berkata. Kuletakan telepon... Berlari seribu langkah... ke rumahnya... dia membuka pintu bagiku...
            “DAUN terbang karena tiupan ANGIN atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?!”


"Because this story, I found you.."
Sumber: Buku Kasih Selembut Awan Hlm. 44

Tidak ada komentar:

Posting Komentar